Surat Dari Mawar Layu 002
Entah sebenarnya kau mengizinkan aku untuk menuliskan surat ini untukmu atau tidak, namun Tuhan masih memberiku perasaan yang sama untuk tetap mencintaimu dan menorehkannya disini untukmu. Pada hari-hari selanjutnya, aku masih tetap diam memendam perasaan ini. Bertingkah biasa saja ketika semesta mempertemukan kita dengan jarak yang dekat. Menunduk malu ketika kau mengajakku berbincang. Aku tidak sanggup menatap mata yang dapat membuatku luluh itu. Pada minggu selanjutnya, aku selalu kagum dengan caramu berbicara. Caramu mencintai Tuhan dengan langkah lain. Caramu ta’zhim kepada orang lain dengan tingkahmu sendiri Pada kehidupan berikutnya, kau akan selalu mempesona. Dengan segala yang ada pada dirimu, aku jatuh cinta. Kau yang akan selalu memikatku. Dengan segala sabarmu menapaki jejak para Aulia dimuka bumi ini. Apakah aku hanya dapat berharap saja Tuhan? Berharap memilikinya disuatu hari nanti. Berharap hanya aku yang ada dibelakang kesuksesannya. Biarkan aminku yang ber...