Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Surat Dari Mawar Layu 021

Tuan, masihkah kau disana? Lama tak bersua Walaupun kita masih bertabirkan takdir Tuhan Akankah kau atau Izroil yang ku temui dahulu Tuan, Izinkan aku menjadi diriku sendiri Izinkan aku belajar banyak darimu Persilakan aku untuk banyak bertanya kepadamu Bersedialah menjadi telinga yang selalu siap mendengarkan segalanya tentang keseharianku Sebentar Tuan, Apakah kau bersyukur memilikiku? Apakah kau akan merasa bangga memilikiku? Maaf Tuan, Aku sangat membutuhkan jawabannya saat ini Permisi  Aku menunggu jawabannya di sudut subuh menjelang fajar terbit

Surat Dari Mawar Layu 020

Menjejaki kesunnahan Rasulullah dalam ranah percintaan tidak melulu tentang menikahi banyak perempuan Mari kita pandang cinta pertama sang penyejuk jiwa Rasulullah mempunyai istri yang independen woman, Khodijah Seorang perempuan yang dapat berdiri di kakinya sendiri Dapat menghandle banyak pekerjaan Tidak bergantung kepada orang lain, apalagi laki laki Mandiri, berintegritas, cantik, cerdas, dan berwawasan luas Pandai menjaga diri, menjaga akhlak dan pandangannya Menjadi selimut bagi sang kekasih ketika turun wahyu pertama Menyerahkan seluruh jiwa raga dan hartanya kepada Allah melalui dakwah suaminya Dan ketika Khodijah meninggal, Rasulullah menangis dibuatnya Dapat dilihat bagaimana rasa cintanya Rasulullah kepada perempuan yang memiliki segala ketenangan itu? Terkadang, kita sebagai perempuan lupa siapa sebenarnya perempuan yang dijadikan panutan Sifatnya, kemandiriannya, dan ketegasan dalam menjalani hidup Ternyata seperti itulah perempuan yang paling dicintai Nabi Bukan yang suka...

Surat Dari Mawar Layu 019

Rupawan dijadikan bahan mengunggulkan  Namun lupa bahwa ia punya hati juga Ketulusan yang dipandang kelemahan dan tak peduli tentang apapun, Diselubungkan pada hal hal yang tak harusnya ada dan dilakukan Kesabaran dialihfungsikan sebagai pusat permasalahan dan lari dari fakta yang tak mau ia terima Perlahan, waktu yang akan mengejar Berbicara tentang hal yang dulu selalu ingin dijabarkan namun menolak untuk mendengar Atau, pura pura lupa? Pada setiap baris kalimat yang kau tulis "Nanti aku jelaskan." Atau "Aku akan berusaha mengerti." Perlahan pudar untuk diakui. Argo Chirebon, 2 Mei 2023