Surat Dari Mawar Layu 003

Rapalku disetiap rawatib
Usapan sembab airmata menjelang subuh
Wajah semu dikala salam
Gerangan apa yang diharapkan selama ini?
Cita dan cinta adalah satu
Untuk menuliskannya,
Aku harus menyuluruh
Karena aku, telah jatuh cinta 
Ditempat cita citaku harus tumbuh

Maaf Tuan, aku rindu akan puisimu. Apakah aku sudah tidak akan dapat lagi menikmatinya? Aku rindu, Tuan. Kembalilah, aku tidak akan mengulanginya lagi.
Demi rasa yang tak akan hilang, aku mencintaimu dalam bait-bait sajakku.
Indonesia, 31 Mei 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Dari Mawar Layu 040

Surat Dari Mawar Layu 043

Surat Dari Mawar Layu 042