Patah yang perlahan kusembuhkan Tegar yang berusaha kuabadikan Rapuh yang tertutup oleh kekuatan Semua berasal dari kebiasaan melihat keluasan ikhlasnya Tabah dalam setiap langkahnya Perihal yang selalu dikedepankan Tangis yang tak pernah ingin ditampakkan Tak mau tahu tentang dirinya, inginnya, egonya Dunianya penuh dengan pengorbanan Waktu yang menyadarkan kami Pada langkah demi langkahmu Pada segala sesuatu yang engkau tunjukkan dengan caramu Berisi harapan agar kami kuat menghadapi dunia yang terlalu liar ini Berisi genggaman erat atas jiwa jiwa yang berusaha tangguh Pak, Ayah, Dalam semua diam kami Banyak yang kami langitkan perihalmu Biar Allah saja yang menjelaskan lewat semesta Kami memelukmu dalam segala hal baik yang disemogakan
Tuhan memang punya kekuasan dan kendali atas semua yang ada dalam diri, Perasangka, perasaan, jiwa, maupun hati. Segala ketidaktenangan dan sedih, Merupakan bentuk keseimbangan emosi. Kebahagiaan dan keberkahan, Bukti Tuhan Maha segalanya dalam menentukan. Pada luka-luka yang berserakan, Aku memilih menyimpannya dalam tulisan. Pada goresan yang sudah tak terbilang, Aku paksa untuk segera sembuh dan hilang. Semoga hati dan pikiran kita selalu diluaskan, Allah yang menuntun, kuatkan kita dalam setiap perjalanan. Selamat hari Asyura' ♡ 10 Muharram 1447 H
Hai, hallo Tuan Bagaimana perjalananmu yang tanpaku? Mawarku selalu merekah berganti warna, Menunggu kau petik entah ketika warna apa. Hai Tuan, Bagaimana soal jadwal murojaah kita yang akan datang? Ingin berapa halaman kitab yang akan kita mutholaah bersama? Berapa takaran gula dari kopimu yang ingin kuseduh? Renyah tawamu yang bergema, menjadi amin bahwa kau selalu bahagia Memelukmu dalam doa tanpa nama. Saat sudah tak ada siapa, selalukan Tuhan dalam hati kita. Ya? Bersujud dibelakangmu, melangkah disampingmu, Menjaga bersama dalam waktu yang tak pernah terbuang. Hallo Tuan, Aku, istri dari masa depanmu. Aku mencintaimu dalam tiap-tiap bait puisiku
Komentar
Posting Komentar