Surat Dari Mawar Layu 008
Menjadi setelah atau semenjak, Entah dari sejak itu aku memilih iya atau pura pura mengubur kata tidak mau tahu Berawal kebimbangan, menemukan titik keyakinan dan berlanjut menuju jalan yang di kehendaki Tuhan Matamu Tuan, yang tak pernah lama dapat kupandang Kibas sarungmu yang selalu terngiang ketika jamaah Renyah tawamu menggema bersama kicau burung kala senja Pada setiap ayat yang akan kita baca bersama Pada setiap pagi dengan aroma kopi dan lembaran kitab yang kau bacakan Aku menghimpun rindu semenjak kau langitkan doa untukku Tuan, Bolehkah aku membutuhkan lentera yang ada pada sinar matamu? Apakah aku yang keningnya akan kau hembuskan doa doa yang telah kita amini selepas sholat maktubah? Demi senja dimatamu, aku mencintaimu dalam bait-bait sajakku Indonesia, 17 Dzulhijjah 1443