Surat dari Mawar Layu 006
Tiada dahulu dan sekarang
Tidak pernah ada sarang yang bermakna mimpi
Semua himpun, semua pengap, semua sama
Ummi,
Peluk aku dalam setiap runtuhku
Bertahan dalam butaku memandang segalamu
Berikrar dalam tangis menyebut namamu
Bersembunyi dalam kebimbangan niat hati
Ummi,
Relung rasa yang kutulis tak pernah berbohong
Ragu melucuti segala kekuatanku
Peluh mengangkat egoku kembali
Ummi,
Izinkan aku bertahan dibawah naungan ridhomu
Senja Arjawinangun, 02 Dzulhijjah 1443
Komentar
Posting Komentar