Surat Dari Mawar Layu 024
Tuan,
Darimu hakikat syukur telah kutemukan
Dera yang selalu kupegang perlahan pudar
Aram temaram kau ubah menjadi asmaraloka
Bidik bidik suram mengerucut jernih
Tuan,
Cinta merupakan rumah
Menyulam tenang meringkuh damai
Selalu merasa pulang dalam kondisi apapun
Tuan,
Kepergianku selama ini tak sia sia bukan?
Aku sekarang sudah pulang
Pada pundakmu yang selalu bahaduri bagiku.
Indonesia, 8.28 pm
Komentar
Posting Komentar