Surat Dari Mawar Layu 028
Lambai lambai puing yang sudah lapuk mencengkram rasa takut
Untaian lembut reruntuhan mengejar cemas yang berlebihan
Diambang jurang yang curam
Terdelik ocehan buas yang siap menerkam
Ranting untuk menggenggam perlahan patah
Atau mungkin, hampir tak kutemukan
Berapa kali harus ku elungkan jeritan untuk dapat menarik simpati agar dapat tertolong?
Setidaknya agar didengar,
Derasnya ombak melantunkan irama indah menyapu segala rasa
Komentar
Posting Komentar