Surat Dari Mawar Layu 041
Ranting-rantingnya patah
Daun-daunnya gugur
Batangnya mengeropos
Akarnya hampir menyusut
Alangkah banyaknya pisau dan benda tajam yang menginginkan ia tumbang
Perlahan tanpa pasti
Diam-diam tak nampak
Bagaimana ukiran rasa yang selama ini merekahkan aroma dan bunga indah itu?
Sudah habis kah waktunya?
Tak abadikah semua itu dalam rangkaian pohon yang selama ini ku biarkan tumbuh?
Ternyata itu bukanlah pupuk yang bisa membuatnya kokoh
Biarkan rangka yang tersisa menerjang badai yang menguatkan
Bahwa tidak ada yang dapat menghabiskannya
Karena terlalu kuat untuk dibiarkan tersayat
Daun-daunnya gugur
Batangnya mengeropos
Akarnya hampir menyusut
Alangkah banyaknya pisau dan benda tajam yang menginginkan ia tumbang
Perlahan tanpa pasti
Diam-diam tak nampak
Bagaimana ukiran rasa yang selama ini merekahkan aroma dan bunga indah itu?
Sudah habis kah waktunya?
Tak abadikah semua itu dalam rangkaian pohon yang selama ini ku biarkan tumbuh?
Ternyata itu bukanlah pupuk yang bisa membuatnya kokoh
Biarkan rangka yang tersisa menerjang badai yang menguatkan
Bahwa tidak ada yang dapat menghabiskannya
Karena terlalu kuat untuk dibiarkan tersayat
Komentar
Posting Komentar