Hai, hallo Tuan Bagaimana perjalananmu yang tanpaku? Mawarku selalu merekah berganti warna, Menunggu kau petik entah ketika warna apa. Hai Tuan, Bagaimana soal jadwal murojaah kita yang akan datang? Ingin berapa halaman kitab yang akan kita mutholaah bersama? Berapa takaran gula dari kopimu yang ingin kuseduh? Renyah tawamu yang bergema, menjadi amin bahwa kau selalu bahagia Memelukmu dalam doa tanpa nama. Saat sudah tak ada siapa, selalukan Tuhan dalam hati kita. Ya? Bersujud dibelakangmu, melangkah disampingmu, Menjaga bersama dalam waktu yang tak pernah terbuang. Hallo Tuan, Aku, istri dari masa depanmu. Aku mencintaimu dalam tiap-tiap bait puisiku