Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Surat Dari Mawar Layu 044

Terhimpit relung landai tak beraturan Tak berisi tanda, pun suara Menyelam hangat pada bising tawa Panah tajam membuai duri Hampa tak bertepi Melamun tanpa padam Sorai, Tak akan ada yang membungkam Tak akan ada usai Sampai semuanya memulai

Surat Dari Mawar Layu 043

Hai, hallo Tuan Bagaimana perjalananmu yang tanpaku? Mawarku selalu merekah berganti warna, Menunggu kau petik entah ketika warna apa. Hai Tuan, Bagaimana soal jadwal murojaah kita yang akan datang? Ingin berapa halaman kitab yang akan kita mutholaah bersama? Berapa takaran gula dari kopimu yang ingin kuseduh? Renyah tawamu yang bergema, menjadi amin bahwa kau selalu bahagia Memelukmu dalam doa tanpa nama. Saat sudah tak ada siapa, selalukan Tuhan dalam hati kita. Ya? Bersujud dibelakangmu, melangkah disampingmu, Menjaga bersama dalam waktu yang tak pernah terbuang. Hallo Tuan, Aku, istri dari masa depanmu. Aku mencintaimu dalam tiap-tiap bait puisiku