Surat Dari Mawar Layu 044
Terhimpit relung landai tak beraturan
Tak berisi tanda, pun suara
Menyelam hangat pada bising tawa
Panah tajam membuai duri
Hampa tak bertepi
Melamun tanpa padam
Sorai,
Tak akan ada yang membungkam
Tak akan ada usai
Sampai semuanya memulai
Komentar
Posting Komentar