Postingan

Surat Dari Mawar Layu 047

Rintik-rintik hujan berganti aurora indah Bukan tentang deburan ombak tapi arus tenang yang menuju pasti ke sebuah muara Putih kosong? Tentu tidak Bercak warna warni yang tertera membuat semuanya lebih indah, lebih berwarna Pada langit biru pagi, tetap kusemogakan aku yang kau lihat pertama kali setiap membuka mata Pada kerah bajumu yang terangkat, tetap kusemogakan aku yang kau percayakan mengikat dasimu Pada terik maupun lembab siang hari, tetap kusemogakan masakanku yang berada dalam kotak bekalmu Pada langit senja meneduhkan, tetap kusemogakan kamu selalu selamat dalam setiap perjalanan Pada gelap malam, riuh maupun sunyi, Tetap kusemogakan kau selalu dinaungi Rahmat-Nya, disehatkan jasad dan ruhnya, dikuatkan untuk terus beribadah, dijumpai hal-hal baik, dikelilingi orang-orang tulus, dan selalu diliputi rasa kasih serta sayang kepada semua makhluk Kupastikan takkan pernah habis suratku untukmu, Tuan Selamanya.

Surat Dari Mawar Layu 046

Patah yang perlahan kusembuhkan Tegar yang berusaha kuabadikan Rapuh yang tertutup oleh kekuatan Semua berasal dari kebiasaan melihat keluasan ikhlasnya Tabah dalam setiap langkahnya Perihal yang selalu dikedepankan Tangis yang tak pernah ingin ditampakkan Tak mau tahu tentang dirinya, inginnya, egonya Dunianya penuh dengan pengorbanan Waktu yang menyadarkan kami Pada langkah demi langkahmu Pada segala sesuatu yang engkau tunjukkan dengan caramu Berisi harapan agar kami kuat menghadapi dunia yang terlalu liar ini Berisi genggaman erat atas jiwa jiwa yang berusaha tangguh Pak,  Ayah, Dalam semua diam kami Banyak yang kami langitkan perihalmu Biar Allah saja yang menjelaskan lewat semesta Kami memelukmu dalam segala hal baik yang disemogakan

Surat Dari Mawar Layu 045

Surat ini di tulis di bawah remang cahaya menjelang fajar Mungkin begitu pula keadaan yang menyelimuti antar bait-bait nurani saat ini Setiap yang telah Allah ciptakan, menemui perjalanannya masing-masing Ketika lemah dan sedang di bawah, akan terasa siapa yang ia genggam tangannya untuk dapat bertahan dan membantu untuk melanjutkan perjalanannya Bagaimana ia melewati rintangan demi rintangan yang semua orang tidak dapat dan tidak diperkenankan oleh dirinya melihat itu Kita menciptakan privasi hanya untuk diri kita, Tuhan, dan orang orang yang diizinkan masuk dalam taazur yang saling berhadapan Begitupun ketika sudah melewati proses tersebut Ketika berhasil naik ke rintangan yang lebih mudah, akan tampak pula siapa yang ia ajak naik ke atas ikut bersukacita dalam pencapaiannya Kini, tak patutnya kita saling menghakimi siapapun dalam menempuh setiap aral hidupnya Mustahak kah kita ingin selalu memafhumi dalam setiap jalur yang ia tempuh? Untuk semua hati yang sedang terbesit, langit la...

Surat Dari Mawar Layu 044

Terhimpit relung landai tak beraturan Tak berisi tanda, pun suara Menyelam hangat pada bising tawa Panah tajam membuai duri Hampa tak bertepi Melamun tanpa padam Sorai, Tak akan ada yang membungkam Tak akan ada usai Sampai semuanya memulai

Surat Dari Mawar Layu 043

Hai, hallo Tuan Bagaimana perjalananmu yang tanpaku? Mawarku selalu merekah berganti warna, Menunggu kau petik entah ketika warna apa. Hai Tuan, Bagaimana soal jadwal murojaah kita yang akan datang? Ingin berapa halaman kitab yang akan kita mutholaah bersama? Berapa takaran gula dari kopimu yang ingin kuseduh? Renyah tawamu yang bergema, menjadi amin bahwa kau selalu bahagia Memelukmu dalam doa tanpa nama. Saat sudah tak ada siapa, selalukan Tuhan dalam hati kita. Ya? Bersujud dibelakangmu, melangkah disampingmu, Menjaga bersama dalam waktu yang tak pernah terbuang. Hallo Tuan, Aku, istri dari masa depanmu. Aku mencintaimu dalam tiap-tiap bait puisiku

Surat Dari Mawar Layu 042

Hai Tuan, Lama tidak ku sapa dalam sajak-sajakku yang tak bernuansa Sudah sampai mana kau berkelana? Agaknya aku yang terlalu lama menepi Aku tak lagi mengenali siapa diri ini Ku lihat kedepan, sudah tampak sepi Kau amat jauh untuk ku hampiri Tapi saat aku menemukanmu dan melihat sorot indah matamu Aku menemukan kembali diriku Lakumu membuatku ingin mensejajarkan langkahku, sama denganmu Bolehkah? Biarkan aku menjelajahi dirimu  Sembari aku menemukan apa yang pernah aku tinggal Izinkan aku hijrah karena keelokan hatimu Lembutmu, mencipta aksara menawan Aku mencintaimu dalam setiap sajak-sajakku 19 Muharram 1447 H

Surat Dari Mawar Layu 041

Ranting-rantingnya patah Daun-daunnya gugur Batangnya mengeropos Akarnya hampir menyusut Alangkah banyaknya pisau dan benda tajam yang menginginkan ia tumbang Perlahan tanpa pasti Diam-diam tak nampak Bagaimana ukiran rasa yang selama ini merekahkan aroma dan bunga indah itu? Sudah habis kah waktunya? Tak abadikah semua itu dalam rangkaian pohon yang selama ini ku biarkan tumbuh? Ternyata itu bukanlah pupuk yang bisa membuatnya kokoh Biarkan rangka yang tersisa menerjang badai yang menguatkan Bahwa tidak ada yang dapat menghabiskannya Karena terlalu kuat untuk dibiarkan tersayat