Postingan

Surat Dari Mawar Layu 045

Surat ini di tulis di bawah remang cahaya menjelang fajar Mungkin begitu pula keadaan yang menyelimuti antar bait-bait nurani saat ini Setiap yang telah Allah ciptakan, menemui perjalanannya masing-masing Ketika lemah dan sedang di bawah, akan terasa siapa yang ia genggam tangannya untuk dapat bertahan dan membantu untuk melanjutkan perjalanannya Bagaimana ia melewati rintangan demi rintangan yang semua orang tidak dapat dan tidak diperkenankan oleh dirinya melihat itu Kita menciptakan privasi hanya untuk diri kita, Tuhan, dan orang orang yang diizinkan masuk dalam taazur yang saling berhadapan Begitupun ketika sudah melewati proses tersebut Ketika berhasil naik ke rintangan yang lebih mudah, akan tampak pula siapa yang ia ajak naik ke atas ikut bersukacita dalam pencapaiannya Kini, tak patutnya kita saling menghakimi siapapun dalam menempuh setiap aral hidupnya Mustahak kah kita ingin selalu memafhumi dalam setiap jalur yang ia tempuh? Untuk semua hati yang sedang terbesit, langit la...

Surat Dari Mawar Layu 044

Terhimpit relung landai tak beraturan Tak berisi tanda, pun suara Menyelam hangat pada bising tawa Panah tajam membuai duri Hampa tak bertepi Melamun tanpa padam Sorai, Tak akan ada yang membungkam Tak akan ada usai Sampai semuanya memulai

Surat Dari Mawar Layu 043

Hai, hallo Tuan Bagaimana perjalananmu yang tanpaku? Mawarku selalu merekah berganti warna, Menunggu kau petik entah ketika warna apa. Hai Tuan, Bagaimana soal jadwal murojaah kita yang akan datang? Ingin berapa halaman kitab yang akan kita mutholaah bersama? Berapa takaran gula dari kopimu yang ingin kuseduh? Renyah tawamu yang bergema, menjadi amin bahwa kau selalu bahagia Memelukmu dalam doa tanpa nama. Saat sudah tak ada siapa, selalukan Tuhan dalam hati kita. Ya? Bersujud dibelakangmu, melangkah disampingmu, Menjaga bersama dalam waktu yang tak pernah terbuang. Hallo Tuan, Aku, istri dari masa depanmu. Aku mencintaimu dalam tiap-tiap bait puisiku

Surat Dari Mawar Layu 042

Hai Tuan, Lama tidak ku sapa dalam sajak-sajakku yang tak bernuansa Sudah sampai mana kau berkelana? Agaknya aku yang terlalu lama menepi Aku tak lagi mengenali siapa diri ini Ku lihat kedepan, sudah tampak sepi Kau amat jauh untuk ku hampiri Tapi saat aku menemukanmu dan melihat sorot indah matamu Aku menemukan kembali diriku Lakumu membuatku ingin mensejajarkan langkahku, sama denganmu Bolehkah? Biarkan aku menjelajahi dirimu  Sembari aku menemukan apa yang pernah aku tinggal Izinkan aku hijrah karena keelokan hatimu Lembutmu, mencipta aksara menawan Aku mencintaimu dalam setiap sajak-sajakku 19 Muharram 1447 H

Surat Dari Mawar Layu 041

Ranting-rantingnya patah Daun-daunnya gugur Batangnya mengeropos Akarnya hampir menyusut Alangkah banyaknya pisau dan benda tajam yang menginginkan ia tumbang Perlahan tanpa pasti Diam-diam tak nampak Bagaimana ukiran rasa yang selama ini merekahkan aroma dan bunga indah itu? Sudah habis kah waktunya? Tak abadikah semua itu dalam rangkaian pohon yang selama ini ku biarkan tumbuh? Ternyata itu bukanlah pupuk yang bisa membuatnya kokoh Biarkan rangka yang tersisa menerjang badai yang menguatkan Bahwa tidak ada yang dapat menghabiskannya Karena terlalu kuat untuk dibiarkan tersayat

Surat Dari Mawar Layu 040

Tuhan memang punya kekuasan dan kendali atas semua yang ada dalam diri, Perasangka, perasaan, jiwa, maupun hati. Segala ketidaktenangan dan sedih, Merupakan bentuk keseimbangan emosi. Kebahagiaan dan keberkahan, Bukti Tuhan Maha segalanya dalam menentukan. Pada luka-luka yang berserakan, Aku memilih menyimpannya dalam tulisan. Pada goresan yang sudah tak terbilang, Aku paksa untuk segera sembuh dan hilang. Semoga hati dan pikiran kita selalu diluaskan, Allah yang menuntun, kuatkan kita dalam setiap perjalanan. Selamat hari Asyura' ♡ 10 Muharram 1447 H

Surat Dari Mawar Layu 039

Sebutkan kepadaku, apa yang lebih indah dari meminta ia kepada sang Rabb-nya? Pinta-pinta yang ku sebut sebagai doa  Mana yang lebih romantis dari bermuaranya doa-doa yang sama? Bertaut di langit Bernaung di hati Bermesra dalam bait puisi Aku mencintaimu di setiap bait-bait puisiku